RESUME
DEFINISI, HIERARKI DAN TUJUAN TASAWUF
NAMA
: Geubrina Rizka Utami Sinaga
NIM : 72154060
PRODI : Sistem Informasi
FAKULTAS : Sains & Teknologi
MK : Akhlak
Tasawuf
SEMESTER : 3 ( Tiga)
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI SUMATRA UTARA
JUDUL BUKU :
1. Gerbang Tasawuf ( Buku Utama )
2.Kunci Memahami Ilmu Tasawuf (
Buku Pembanding)
3.Membumikan Tasawuf ( Buku Pembanding)
PENERBIT : 1. Perdana Publishing
2. PT. Bina Ilmu
3. Cita Pustaka Media Perintis
PENULIS : 1.Dr. Ja’far, MA.
2. Dr. Mustafa Zahri
3. Dr. H. Muzakir, MA
A.
Definisi
Tasawuf
Didalam kitab Kasyf al-Mahjub al-Hujwiri telah
menjelaskan asal-usul kata tasawuf. Pertama, istilah tasawuf berasal dari kata al-shuf (sufi) yaitu wol, disebut sufi
karena kaum sufi mengenakan jubah yang terbuat dari bulu odmba (wol). Yang
kedua, istilah tasawuf berasal dari kata al-shaf
(barisan), yaitu barisan pertama yang bermakna bahwa sufi beradapada barisan
pertama didepan Tuhan, karena besarnya keinginan mereka terhadap Tuhan. Yang
ketiga, istilah tasawuf berasal dari kata al-shuffah,
karena merekamengaku sebagai golongan yang di ridhai Allah, mereka disebut sufi
karena sifat mereka menyamai sifat orang-orang yang tinggal di serambi masjid
(shuffah) yang hidup pada masa Nabi Muhammad SAW. Keempat, istilah tasawuf
berasal dari kata al-shafa yang
berarti kesucian, sebagai makna bahwa para sufi telah menyucikan segala
perbuatan dari kejahatn dan keinginan duniawi. Pada awal masa islam, tasawuf
itu adalah salah satu bentuk ungkapan keberagamaan seseorang yang sifatnya
sangat pribadi.
Berdasarkan asal-usul kata tasawuf diatas dapat kita
pahami bahwa para sufi sudah sangat melekat dengan ilmu-ilmu tasawuf.
Menurut Ibn Khaldun, Tasawuf adalah bagian dari ilmu-ilmu
syariat yang telah dipraktekkan pada zaman Nabi Muhammad SAW, sahabat dan
tabi’in dan pada masa itu masih berbentuk ibadah semata. Dari situ bisa kita
simpulkan bahwa ajaran tasawuf sudah sejak lama ada dan sampai sekarang telah
semakin dikembangkan lagi menjadi ilmu teori sehingga al-murid dapat memahami,
mempelajari serta menerapkannya dalam kehidupannya sendiri.
Tasawuf itu pusaka keagamaan yang terpenting yang dapat
mempengaruhi perasaan dan fikiran kaum muslimin.
Ada orang berpendapat bahwa: nama dan definisi tasawuf
itu bid’ah, karena tidak ada di
alqur’an dan hadist. Memang didalam al-qur’an tidak ada nama dan definisi
tasawuf. Tetapi nama dan definisi tasawuf itu dibuat oleh ulama-ulama karena
telah melihat/meneliti persoalan itu dari segala seginya dan juga telah
menelaah qur’an dan hadist yang bertalian dengan masalah itu. Tidak ada
keraguan bahwa tasawuf itu bersumber dari qur’an dan hadist.
Asal pokok dari ajaran tasawuf itu adalah bertekun
beribadat, berhubungan dengan Allah, menjauhkan diri dari keduniawian.
Jadi, tasawuf adalah disiplin ilmu yang berkaitan dengan
penyucian jiwa manusia dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT.
B. Tasawuf
dalam Hierarki Ilmu-Ilmu Islam
Ø Salah satu
ulama Ibn Khaldun membagi ilmu menjadi dua jenis:
Pertama, ilmu-ilmu hikmah dan filsafat yang di dapat
dengan akal manusia, dan ilmu yang diajarkan dan ditransformasikan yang
bersumber kepada syari’at islam (qur’an dan hadist).
Kedua, ilmu-ilmu syari’ah (ilmu tasawuf termasuk di
dalamnya).
Ø Berdasarkan
cara perolehan ilmu menurut al-Ghazali ada dua yaitu:
1. Ilmu yang di hadirkan
2. Ilmu yang dicapai
Tasawuf termasuk didalam ilmu yang dihadirkan.
Ø Ibn
al-Qayyim al-Jauziyah membagi ilmu menjadi 3 derajat yaitu:
1.’ilm jaliyun (didasari observasi, eksperimen, dan
silogisme)
2. ‘ilm khafiyun (ilmu makrifat)
3. ‘ilm laduniyun (didasari ilham dari Allah)
Tasawuf termasuk ke dalam ‘ilm khafiyun dan ‘ilm
laduniyun.
Ø Syed
Muhammad Naquib al-Attas membagi ilmu menjadi dua jenis:
1. Ilmu pemberian Allah sering disebut ilmu agama
2. Ilmu capaian sering disebut ilmu rasional, intelektual
dan filosofis
Tasawuf di kategorikan dalam metafisika islam merupakan
bagian dari ilmu agama.
C. Tujuan
Tasawuf
Untuk mencapai tujuan tasawuf yaitu :
1. Takhali : membersihkan diri dari sifat-sifat yang
tercela dari maksiat lahir dan bathin.
2. Tahalli : mengisi diri dengan sifat-sifat yang terpuji
yaitu taat lahir taat bathin.
3. Tajalli : memperoleh kenyataan Tuhan.
Kemantapan tauhid dan makrifat adalah puncak perjalanan
spiritual para penempuh jalan tasawuf. Jadi, tujuan tasawuf adalah bermakrifat
kepada Allah SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar